Saturday, August 22, 2020

Kapankah Indonesia Mencicipi Ngebutnya 5G?

"Semakin cepat akses internet, berbanding lurus dengan kemajuan sebuah bangsa"

Itulah yang didapatkan bila suatu bangsa sudah memiliki koneksi internet yang cukup baik. Gambaran saat ini, yang menjadi generasi internet tercepat adalah 5G. Hanya sejumlah negara maju dan pengembang yang sudah mengadopsikan teknologi tersebut.

Membangun bangsa yang tangguh tak selamanya selalu berhubungan dengan infrastruktur fisik saja. Pergeseran di era saat ini begitu kentara khususnya pada perkembangan yang sifatnya non-fisik. Khususnya di era digital, peran yang paling dalam kemajuan bangsa sangat eranya dengan internet.


Memang ini menjadi sebuah tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Selama ini Indonesia dicap punya kualitas internet yang cukup buruk, khusus perbandingan antara di perkotaan pun punya jurang yang sangat jauh.

Ada gap besar yang selama ini merentang karena internet telah jadi sebuah keharusan semua pihak. Segala akses dan sudah terkoneksi dengan internet, telat berarti kehilangan begitu banyak kesempatan. Ini yang coba dibangun pemerintah dalam menyatukan Indonesia dalam wujud internet.

Mengapa Internet Begitu Dibutuhkan Kini?
Mengejar bangsa yang sudah maju dalam sektor pembangunan jelas butuh waktu puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun. Mereka sudah punya sistem yang dibangun begitu lama dan turun-temurun, mengajar itu semua hampir mustahil. Melalui teknologi internet, semua bisa dikejar dalam waktu singkat.
Kita pun bisa membangun shortcut-shortcut dari setiap bidang yang punya. Misalnya seseorang punya keahlian kerajinan tangan, meskipun berada di daerah dengan adanya internet mampu menjangkau pasar global, menyamai kerajinan mapan dari negara maju, artinya internet memberikan porsi yang sama pada siapa pun.

Itu coba diwujudkan dengan proyek bernama Palapa Ring, proyek mercusuar yang menyatukan Indonesia dalam wujud internet. Tahun lalu tongkat sejarah itu berhasil diukir, menghasilkan internet sama cepat dari tengah ibu kota Jakarta dengan pedalaman Papua sekalipun.

Apalagi saat ini kecepatan akses internet Indonesia jauh tertinggal dengan negara tetangga. Menurut data yang dihimpun dari Hootsuite tahun 2020, kecepatan internet rata-rata di tanah air adalah sekitar 9,82 Mbps. Masih jauh dari kecepatan rata-rata internet di dunia yang berada di kisaran 22,16 Mbps.
Perubahan dan perbaikan dari segi internet sangat dibutuhkan, ini wajar karena semua pekerjaan kini bisa terkoneksi  internet atau butuh layanan digital. Di masa pandemi yang sulit kini yang mengharuskan banyak masyarakat bekerja dari rumah. Internet yang ngebut jadi kebutuhan wajib dimiliki oleh semua masyarakat.

Membangun Jaringan Internet yang Dibutuhkan Masyarakat
Pemerintah sudah menyiapkannya melalui proyek bernama Palapa Ring, proyek yang sempat terkendala beberapa kali hingga akhirnya terealisasi. Salah satu alasan harus segera dilanjutkan karena desakan, Indonesia butuh shortcut dan internet adalah jalan pintas meraih itu semua.
Meskipun butuh waktu dan dana yang besar, semuanya ibarat investasi jangka panjang. Siapa yang tak senang saat masyarakat yang berselancar di pelosok hutan Papua punya koneksi sama kencang di Jakarta, tapi tetap dengan harga yang menjangkau semua lapisan. Pemerataan tersebut dilakukan dengan membangun kabel telepon, tiang pemancar bahkan kabel serat optik di dasar laut.

Dirancangnya Program Palapa Ring akan menghubungkan sistem telekomunikasi nasional yang menggunakan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dan Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO). Membentang dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Harapan itu akhirnya terwujud setelah lebih dari dua dekade mengambang, proyek Palapa Ring terwujud dalam meningkatkan kualitas internet di Indonesia. Di penghujung tahun 2019 lalu jadi bukti, jaringan yang  membentang dari barat hingga timur Indonesia.
Total ada sebanyak 12.148 km yang terbentang di daratan dan dasar laut. Terbagi dalam tiga paket yaitu paket barat, tengah, dan timur. Masing-masing panjangnya yaitu 2.275 km di barat, 2.995 km di area tengah, dan 6.878 km di timur.

Total ada sebanyak 514 kota/kabupaten dari Aceh hingga Papua. Kecepatan yang dihasilkan pun cukup konstan dan akan terus meningkat, awal mulanya ditargetkan yaitu 40 Mbps pada proses download, dan 7 Mbps pada proses upload. Nilai ini bisa bertambah hingga 100 GB/detik, sesuai dengan kebutuhan bahkan penerapan 5G di masa depan.

Menepis Hoaks Mengenai Jaringan 5G
Menurut pendapat orang awam, beredar hoaks parah yang mengatakan bahwa 5G berbahaya. Pancaran sinarnya bisa membunuh hewan-hewan seperti burung-burung karena pancarannya.
Lantas itu semuanya adalah hoaks, pertama kali karena jaringan sebelumnya mulai dari 2G, 3G, hingga 4G menggunakan jaringan yang sama. Hanya saja kecepatannya lebih ngebut lagi dan frekuensinya lebih banyak.

Itu mulai dari Sub-6, merupakan jaringan gabungan dari 2G, 3G, dan 4G. Jaringan ini digunakan di negara Asia yang punya jangkauan lebih luas karena bentangan alamnya. Spektrum yang digunakan pada pita pemancarnya hingga 6 GHz.
Selanjutnya adalah Milimeter Wave, jaringan yang digunakan untuk jarak pendek dengan kecepatan yang cukup cepat. Spektrumnya antara 24 GHz hingga 100 GHz. Tujuan utamanya adalah mengganti peran koneksi internet broadband menjadi sistem kabel.
Serta buat menambah kecepatan internet di daerah padat penduduk khususnya negara maju. Di Asia, negara yang mulai mengadopsi ini adalah Jepang, Korea, dan tentu saja Singapura.

Lalu Hoaks lainnya adalah frekuensi tower 5G dianggap sangat membahayakan, apakah itu benar?
Jawabannya adalah tidak, karena frekuensi elektromagnetik yang digunakan sangat aman karena di bawah frekuensi elektromagnetik cahaya.

Kecuali Anda nekat naik langsung ke atas tiang pemancar tersebut, itu sama saja bunuh diri. Bahkan semua frekuensi elektromagnetik semua itu berbahaya buat manusia karena pancaran frekuensinya sangat tinggi.
Perumpamaannya sama dengan listrik, memang listrik berbahaya bila disentuh langsung. Tapi bila dikontrol atau bahkan dimanfaat dengan cara yang benar. Itu akan sangat berguna buat kehidupan kita. Sama halnya 5G dan penerapannya kini.

Kemudian Ada juga pertanyaan lainnya:  Untuk apa ada 5G, untuk jaringan 3G dan 4G saja tidak merata hingga pelosok?

Baiklah... di dalam segala hal yang berhubungan satu sama lain pasti ada efek domino. Nah.. ini semua juga yang terjadi dari adanya 5G. Sesuatu yang dimulai di satu tempat, ia menjadi sebuah tren di tempat lainnya seiring berjalannya waktu.
Sebagai gambar, bila di kota besar ada begitu banyak yang bermain game online. Sudah pasti game online butuh bandwidth yang sangat besar. Sesuatu yang populer di daerah perkotaan seakan membuat anak pedesaan bermain serupa.

Nah.. bagi penyedia layanan telekomunikasi melihatnya sebagai peluang besar. Bandwidth yang terus meningkat seakan mendorongnya menambah tiang pemancar dan tentunya meningkatkan kualitas jaringan. Bila dulunya hanya di kota saja yang ada 5G, kini di desa pun serupa.

Hanya saja, itu semua harus ada sampel dulu, kota besar jadi acuan awal karena punya jaringan paling stabil dan kebutuhan internet yang besar tentunya. Urusan pemerataan pastinya berpengaruh pada jumlah penduduk dan aktivitasnya. Alasan utama karena skala prioritas yang operator terapkan.

Seberapa Berharganya Kehadiran Teknologi 5G?
Ada stigma miring yang sering bergulir di masyarakat awam: Untuk apa internet cepat, paling hanya digunakan untuk browsing dan streaming semata?

Baiklah… konsep internet bukan hanya sebatas browsing dan menonton film via streaming semata. Ada banyak akses yang diharapkan dari lahirnya teknologi 5G. Pada teknologi cerdas yang dibawa dari 5G seakan mampu menyambung dunia tanpa batas manusia dan beragam benda sekalipun.
Bahkan yang lebih gilanya lagi akses secara umum terhadap informasi, komunikasi, dan hiburan dari dimensi baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Akan muncul model role baru yang sebelumnya belum ada, sama seperti saat 4G muncul.

Misalnya saja konsep seperti akan begitu banyak berguna dalam proses komputasi berbasis Cloud, Mapping, rumah pintar dengan terintegrasi (Internet of Things) IoT, Autonom Car yang mampu mengetahui segala hal mengenai data trafik hingga keadaan sekitarnya dan penerapan Virtual Reality jadi lebih optimal.

Misalnya saja akan berkembang cara baru seperti Cloud Gaming dan Video Cloud Editing dengan Latency rendah. Lalu Virtual Medicine yang membuat dokter bisa mengoperasi pasien dari jarak jauh tanpa harus terbang ke negara tersebut.

Itu baru contoh kecil, ada begitu banyak lainnya yang berdampak dari 5G. Bukan hanya menghubungkan 6 hingga 7 miliar orang saja, akan tetapi menghubungkan dengan puluhan miliar benda lainnya yang ada di sekitar manusia.

Yuk Kenalan dengan Jaringan 5G
Sebelum kita tahu akan jaringan 5G, saya akan menjelaskan sedikit mengenai jaringan sebelumnya yang sudah kita gunakan sebelumnya. Itu semua diawali pada tahun 1970 lahirlah generasi awal yang dikenal dengan 1G dengan kecepatan (2 Kbps),

Di tahun 1980 lahirnya 2G dengan kecepatan rata-rata (14,4 – 64 Kbps), selanjutnya 3G di tahun 1990 dengan kecepatan hingga 2Mbps. Lalu 4G seperti koneksi internet yang umum kita gunakan saat ini lahir di era 2000-an dengan kecepatan 200 Mbps.
Ada tiga spektrum yang digunakan dalam menjangkau frekuensi 5G, dimulai dari Spektrum dengan low-band yang menawarkan jaringan yang luas, hanya saja kecepatan maksimal yang mampu dihasilkan adalah 100Mps.
Kemudian ada mid-band yang kecepatan perdetik menyentuh Gbps dan menawarkan Latency menengah. Hanya saja kendalanya sulit menembus bangun atau Gedung. Biasanya digunakan di ruang publik yang tidak memiliki sekat.

Terakhir adalah spektrum dengan kecepatan tinggi, pada tahapan ini 5G bekerja sangat maksimal hingga top speed 10Gbps. Hanya saja cakupannya sempit dan tidak bisa menembus dinding.

Sebagai contoh adalah kemampuan Zero Latency yang sangat membantu para gamer bermain secara online. Saat ini umumnya Latency berkisar antara 35 – 53, dengan berada di Latency lebih kecil otomatis kemampuan gaming lebih lancar.

Untuk jaringan 5G, diprediksi latency yang dihasilkan bisa mencapai 1, itu artinya proses bolak-balik dalam serat optik tidak ada jeda sedikit pun. Seakan nyata, apalagi yang bermain game dengan cloud gaming. Seakan seperti bermain di game offline, padahal lawan yang kita hadapi ada di benua lain.

Bagi pengguna yang pun lebih proses download dan upload karena 5G punya kecepatan lebih dari 6 kali lipat. Itu artinya bisa mendownload video beresolusi 4K dalam hitungan detik saja. Belum lagi proses transfer ke ponsel lainnya tidak akan mengurangi kualitas audio dan video.

Penerapan teknologi 5G nyata cukup banyak menguntungkan, meskipun banyak penerapan yang harus dilakukan dalam seperti membangun infrastruktur yang sangat banyak. Butuh dana investasi yang sangat besar sehingga bisa mengoptimalkan konsep ini. Faktornya karena kan berjalan pada pita frekuensi baru bersamaan dengan bandwidth per channel yang lebih luas.
Kelebihan lainnya dari 5G adalah daya tampung yang lebih besar, apalagi di tempat padat akan berbagai perangkat. Selama ini jaringan 3G dan 4G seakan kewalahan dengan ini semua, hadirnya 5G dengan kecepatan tinggi dan tentu saja daya tampung besar membuat kendala internet teratasi

Sekarang sudah mulai memasuki era 5G yang kecepatannya ditaksir berkisar lebih dari 10 Gbps/detik. Jaringan 5G ini merupakan sebuah jaringan nirkabel yang ada pada rentang spektrum 30GHz – 300GHz.

Teknologi 5G sedang marak setelah diperkenalkan di sejumlah negara maju dan siap meluncurkan di tahun ini. Terbaru ada sejumlah yang sudah cukup siap dengan 5G di tahun ini, ada Jepang, Korea, China, USA, dan sejumlah negara Eropa.
Untuk Indonesia sendiri, teknologi ini dinilai masih lama karena pembangunan infrastruktur, penentuan frekuensi, penetapan regulasi hingga faktor pemerataan 4G yang belum merata di seluruh negeri.

Berdasarkan data resmi Kominfo, jaringan pita internet 3G untuk pedesaan baru menjangkau 73,02% dari keseluruhan desa yang mencapai angka 83,218 desa/kelurahan. Sedangkan untuk 4G LTE baru 55,05%

Meskipun begitu pemerintah punya segudang cara memecahkan masalah ini, salah satunya dengan membangun kabel optik dasar laut yang akan mendukung proses telekomunikasi jadi 10 kali lebih murah dan cepat. Anggapan yang sering disalahkan, saat 5G muncul bukan berarti teknologi sebelumnya disingkirkan.

Persoalan yang akan dihadapi dalam Pengembangan 5G
Persiapan untuk 5G sangat maju dan kompleks, butuh akar rumput yang sangat baik dalam membangun semua elemen tersebut hingga mampu bekerja dengan optimal. Sama halnya membangun generasi awal internet yang rumit dan sering dianggap tidak menguntungkan.
Nyatanya, kini internet jadi dimensi yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan. Semua karena perkembangan pesatnya yang sudah cukup banyak mengambil ruang dalam pola hidup manusia. Untuk bisa sampai dari awal teknologi (1G hingga kini 5G) butuh waktu yang sangat panjang, dimulai dari tahun 1980 hingga 2020 (waktu yang matang mempersiapkannya secara global).

Tantangan terbesar yang hadir datang dari dua hal mendasar, di awali dari tantangan teknologi yang menjadi kendala besar. Butuh sangat banyak infrastruktur yang harus dibangun, misalnya saja untuk membangun 5G butuh banyak tiang pemancar dengan jarang relatif dekat.

Sinyalnya yang sangat kuat tapi rentangnya pendek jadi alasan, kemampuannya hanya maksimal 300 meter. Jelas ini sangat sulit untuk negara berkembang dan butuh banyak tiang dalam mengirimkan sinyal secara optimal.

Ada banyak spektrum yang dibutuhkan karena membutuhkan ketersediaan sinyal dengan sangat kuat. Sehingga proses pengiriman data jadi sangat mudah, khususnya pembangunan infrastruktur yang memadai.

Indonesia punya daerah yang luas dengan tantangan dan cakup begitu kompleks. Letak geografis dan bentang alam khas kepulauan seakan menjadi tantangan yang tak sebanyak negara tetangga.  Butuh begitu besar anggaran yang harus dipersiapkan dan waktu merealisasikannya.

Selain itu, 5G dianggap mahal bagi sebagian orang. Tapi tahan dulu anggapan Anda, karena sesuatu yang baru memang awalnya mahal. Namun saat merata dan stabil, harganya jauh lebih murah dibandingkan generasi sebelumnya.

Terakhir, adanya 5G semakin dibutuhkan keamanan dan privasi pengguna, nantinya akan mengandalkan sepenuhnya pada penyimpanan awan (cloud). Otomatis sangat rawan dengan pencurian hingga peretasan. Masalah ini sudah sangat sering terjadi dan sangat merugikan pengguna.

Alasan inilah yang harus adanya cyberlaw dalam mengurangi kejahatan di internet. Pemerintah dan layanan penyedia internet harus bekerja sama dalam menggodok UU terkait baik yang bersifat regional dan global. Keamanan pengguna, instansi, perusahaan, dan pemerintah bisa saja terancam oleh kejahatan siber.
Ada kelebihan yang mampu dihadirkan dari 5G dari generasi sebelumnya, misalnya saja pada ponsel yang lebih irit baterai tanpa kapasitas penyimpanan. Nantinya pengguna tidak perlu lagi mengunduh aplikasi karena bisa langsung memainkannya. Teknologi akan mengumpulkan semua jaringan pada sebuah platform saja dan ini dianggap efektif serta hemat daya.

Masa Depan yang Unik dari Teknologi 5G
Indonesia dalam penetrasi internet dan upgrade jaringan selalu tertinggal dengan negara lainnya. Saat negara lain sudah sangat kuat dan sedang mempersiapkan teknologi generasi selanjutnya. Indonesia malahan baru menjajalnya.

Itu tidak masalah, bahkan termasuk dengan kehadiran 5G sekalipun. Sebagai negara berkembang, Indonesia masih melalui proses panjang untuk bisa sampai ke masa tersebut. Belum lagi dengan penerapan AI, AR hingga IoT yang semuanya akan bersinggungan dengan teknologi.

Bahkan bisa menghasilkan lahan baru seperti saat generasi sebelumnya datang. Mungkin pengembangan AR, VR, Cloud Gaming, Video Cloud Editing, Machine Learning hingga autonom car buatan anak negeri. 5G seakan mampu mewujudkannya itu semua.
Faktor non teknis lainnya buat 5G segera hadir karena kedekatan Indonesia dengan China selaku negara pertama yang menemukan 5G. Melalui perusahaan anak emas mereka, Huawei. Ini membuat proses pengadaan serat optik dan dukungan infrastruktur makin cepat hadir tanpa sengketa.  

Relasi ini seakan membuat 5G mudah bisa tercapai, beda dengan halnya Amerika dan sejumlah negara Eropa yang seakan sedang perang datang dengan China. Ini menguntungkan sekali, tinggal bagaimana menghitung kesiapan negara tersebut.

Awal mula 5G masuk adalah dengan hadirnya perangkat pendukung 5G. Paling kentara tentu saja ponsel, secara tak langsung mau tak mau operator berupaya keras untuk 5G segera terwujud.

Sama halnya saat 4G pertama muncul di tahun 2010, ponsel 4G lebih dulu hadir yang mendorong operator mencoba menyediakan infrastrukturnya. Alhasil di tahun 2013, Indonesia berhasil memiliki 4G dan beberapa tahun setelahnya merata ke seluruh negeri.
Lagian, peluang bisnis akan banyak datang dari koneksi yang super cepat. Bagaimana begitu banyak startup yang lahir dan berbagai bisnis digital lainnya. Itu semua hadir karena koneksi internet yang baik, secara tak langsung kita bisa melangkah maju. Mengejar bangsa lain melalui shortcut bernama internet.

Semoga tulisan ini menginspirasi dan mengedukasi kita semua. Bagikan pada teman-teman Anda tentang pentingnya teknologi jaringan 5G. Akhir kata, Have a Nice Days!

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Langganan via Email Yuk?