Tuesday, April 25, 2023

Starship, We are Coming Mars

 

Di pagi hari yang cerah  tanggal 21 April 2023 waktu Boca Chica, Texas. Sebuah Roket milik SpaceX akhirnya meluncur, setelah sebelumnya gagal diluncurkan di minggu sebelumnya.

 

Semua orang terpana dari sebuah uji terbang roket, meskipun hanya terbang selama 100 detik, ini jadi tonggak sejarah manusia karena misi ke Mars kian dekat. Kepulan asap dari prototipe tersebut jadi tinta sejarah yang terukir di angkasa.

 

Roket raksasa yang diuji pada pagi itu bernama Starship, aksi heroiknya membuat banyak mata penonton terpana. Perjalanan panjang menciptakan roket yang panjang, hingga akhirnya tinggal proses penyempurnaan di tahap akhir.

 

Selama pengembangan Starship, SpaceX telah menguji beberapa prototipe yang mengalami kegagalan atau meledak selama pengujian. Setelah setiap kegagalan atau kecelakaan, SpaceX telah mengambil pelajaran dan memperbaiki desain prototipe mereka.

 

Ini adalah bagian dari proses pengembangan dan pengujian wahana antariksa yang aman dan andal. SpaceX akan terus menguji dan memperbaiki desain prototipe mereka saat mereka menuju ke arah tujuan mereka untuk mengirim manusia ke Mars.

Bisa dibilang ini  merupakan proyek ambisius, karena mencapai dan menetap di planet lain adalah tantangan teknologi yang besar dan rumit. Tidak hanya diperlukan teknologi canggih untuk meluncurkan roket dan mendaratkan wahana di permukaan Mars, tetapi juga dibutuhkan persiapan dan pengiriman persediaan, tempat tinggal, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan oleh kru selama misi. 

 

Selain itu, misi ke Mars juga memerlukan pemecahan banyak masalah teknis dan ilmiah, seperti mengembangkan sistem penopang kehidupan yang berkelanjutan di permukaan Mars, mengamati dan mempelajari lingkungan Mars, serta menjaga kesehatan dan keamanan kru selama misi.

 

Mimpi Besar Berangkat dan Membuat Koloni ke Mars

Riset dalam pengembangan wahana ke Mars sudah berlangsung selama beberapa dekade, dan melibatkan banyak organisasi dan institusi di seluruh dunia.

 

Beberapa organisasi yang terlibat dalam riset dan pengembangan wahana ke Mars termasuk NASA, European Space Agency (ESA), Roscosmos, JAXA, dan SpaceX.

Riset dalam pengembangan wahana ke Mars telah mencakup berbagai bidang, termasuk teknologi wahana antariksa, sistem pendaratan, eksplorasi permukaan, dan pengembangan sistem pendukung kehidupan.

 Baca Juga: Mengapa Manusia BerambisiMembuat Koloni di Mars

Pada awalnya, misi ke Mars hanya melibatkan wahana antariksa tanpa awak yang dirancang untuk melakukan eksplorasi permukaan Mars. Namun kini, pengembangan misi ke Mars sudah mencapai tahap membawa manusia.

 

Namun, seiring berjalannya waktu, riset dan pengembangan mengarah pada pengembangan wahana antariksa dengan awak yang mampu melakukan misi yang lebih kompleks dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan Mars.

Salah satu titik penting dalam riset dan pengembangan wahana ke Mars adalah pendaratan wahana Viking 1 dan 2 pada tahun 1976. Sejak saat itu, wahana lain seperti Curiosity dan Perseverance milik NASA telah berhasil mendarat di Mars dan melakukan eksplorasi permukaan.

 

Perkembangan wahana antariksa yang lebih canggih dan ambisius seperti Starship milik SpaceX saat ini juga merupakan hasil dari riset dan pengembangan yang dilakukan selama beberapa dekade terakhir.

 

Kini Roket Starship adalah harapan utama manusia bisa berangkat ke Mars di masa depan. Segala persiapan, uji coba hingga pengembangannya membuat mimpi ke Mars tinggal menghitung tahun saja. Kalian siap melihat catatan besar ini?

 

Sulitnya Menciptakan Wahana ke Mars

Membuat wahana yang bisa terbang ke Mars sangat sulit karena misi ke Mars memerlukan teknologi dan sistem yang sangat kompleks dan canggih. Beberapa tantangan besar dalam pengembangan wahana antariksa untuk misi ke Mars antara lain:

 

Jarak tempuh, Mars berjarak sekitar 225 juta kilometer dari Bumi, yang membuat perjalanan ke Mars memerlukan waktu yang lama. Wahana antariksa yang dibuat harus mampu bertahan dan menjalankan misi selama perjalanan yang memakan waktu berbulan-bulan.

 

Kondisi lingkungan, Mars memiliki kondisi lingkungan yang sangat keras, dengan suhu yang sangat dingin dan radiasi yang tinggi. Wahana antariksa harus dirancang untuk mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang keras tersebut.

Kendala sumber daya, Wahana antariksa yang dibuat harus dapat membawa dan menyimpan sumber daya seperti makanan, air, dan oksigen yang cukup untuk menjalankan misi selama berbulan-bulan di luar angkasa.

 

Kompleksitas sistem, Sistem wahana antariksa yang dibuat harus sangat kompleks dan canggih untuk menjalankan berbagai tugas, seperti mengontrol perjalanan, mendarat di permukaan Mars, dan melakukan eksplorasi di permukaan Mars.

 

Biaya mahal, Membangun sebuah wahana antariksa untuk misi ke Mars memerlukan biaya yang sangat besar, sehingga memerlukan investasi yang besar dari berbagai sumber, termasuk pemerintah dan perusahaan swasta.

Wahana antariksa yang bisa terbang ke Mars merupakan salah satu pencapaian teknologi terbesar dalam sejarah manusia. Itulah mengapa biaya dan risetnya cukup sangat besar dan lama. Kita hanya butuh mendoakannya saja.

 

Mengenal Roket ke Mars: Starship

Starship berupa  roket kelas berat yang sedang dikembangkan oleh perusahaan SpaceX. Ia khusus dirancang untuk menjadi kendaraan yang dapat digunakan kembali dan dapat membawa kargo dan manusia ke luar angkasa, termasuk ke bulan, Mars, dan destinasi antariksa lainnya.

Secara bentuk, Starship terdiri dari dua bagian utama, yaitu kapal luar angkasa dan roket peluncur yang diintegrasikan menjadi satu kesatuan. Kapal luar angkasa ini juga disebut sebagai Starship dan roket peluncurnya disebut sebagai Super Heavy.

 

Starship dirancang untuk membawa hingga 100 orang ke Mars dalam sekali keberangkatan. Serta dapat digunakan untuk tujuan komersial seperti pariwisata antariksa. Bisnis ini sangat menjanjikan di masa depan, keliling dunia sudah bosan dan keliling luar angkasa jadi opsi menarik.

 

Sejarah Panjang Perkembangan Starship

Starship adalah kendaraan roket yang sedang dikembangkan oleh perusahaan SpaceX dengan tujuan untuk melakukan perjalanan ke Mars dan juga digunakan untuk transportasi antariksa di dalam tata surya. 

Berikut adalah perkembangan terbaru mengenai Starship dari awal pembuatan prototipe hingga tahap akhir dari program ini:

Uji Coba Peluncuran, SpaceX telah melakukan beberapa uji coba peluncuran Starship, termasuk uji coba penerbangan tertinggi pada 9 Desember 2021, di mana Starship berhasil mencapai ketinggian 100 km dan mendarat kembali dengan selamat.

 

Pembangunan Prototipe, SpaceX telah membangun beberapa prototipe Starship, termasuk SN20 yang akan digunakan dalam misi orbital pertama Starship pada tahun 2022.

 

Pengembangan Mesin Roket, SpaceX juga sedang mengembangkan mesin roket Raptor yang digunakan pada Starship. Raptor adalah mesin roket yang menggunakan bahan bakar metana dan oksigen cair yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

 

Peningkatan Desain, SpaceX terus memperbaiki desain Starship untuk membuatnya lebih efisien, lebih mudah dioperasikan, dan lebih aman. Desain terbaru termasuk penambahan kubah pengamatan dan sistem kontrol yang lebih canggih.

 Baca juga: SpaceX: Cara Mereka Merakit Roket

Secara keseluruhan, perkembangan Starship terus berlanjut dan SpaceX terus berusaha untuk memperbaiki teknologi roketnya untuk mencapai tujuan eksplorasi antariksa mereka.

 

Starship dan Material Penyusunnya

Starship terbuat dari campuran beberapa material yang dipilih karena sifatnya yang ringan, kuat, dan tahan terhadap suhu tinggi. Berikut adalah beberapa material yang digunakan dalam pembuatan Starship:

Stainless Steel, Berupa bahan utama dalam pembuatan Starship karena sifatnya yang tahan terhadap korosi dan panas. Baja tahan karat juga lebih mudah didapatkan dan lebih murah dibandingkan dengan material lainnya seperti titanium atau komposit karbon.

 

Inconel, Berupa paduan nickel dan krom yang digunakan untuk membuat mesin Raptor pada Starship. Inconel memiliki sifat yang tahan terhadap suhu tinggi dan korosi, sehingga cocok untuk digunakan dalam mesin roket.

 

Keramik, Tujuannya adalah untuk melapisi bagian-bagian yang terpapar panas tinggi seperti heat shield, yang berfungsi untuk melindungi wahana dari panas yang dihasilkan oleh re-entry ke atmosfer.

 

Bahan Isolasi,  Bertujuan melindungi struktur Starship dari suhu ekstrem yang terjadi di luar angkasa. Material isolasi yang digunakan pada Starship adalah foam yang terbuat dari bahan organik.

Material-material ini dipilih karena sifatnya yang kuat, tahan terhadap suhu ekstrem, dan ringan sehingga dapat membantu mengurangi berat total Starship. Kombinasi material memungkinkan Starship untuk bertahan dalam kondisi lingkungan yang ekstrem selama misi antariksa.

 

Keunggulan Starship dibandingkan Roket Pendahulunya

Starship memiliki beberapa perbedaan utama dengan roket-roket terdahulu, baik dari segi desain maupun teknologi. Berikut beberapa perbedaan utama Starship dengan roket-roket terdahulu:

 

Reusabilitas, Salah satu perbedaan utama Starship dengan roket-roket terdahulu adalah kemampuan untuk digunakan kembali. Starship dirancang untuk dapat mendarat kembali di bumi setelah meluncur ke luar angkasa, sehingga dapat digunakan kembali untuk misi-misi berikutnya. Hal ini dapat mengurangi biaya misi antariksa secara signifikan.

Kapasitas, Starship memiliki kapasitas yang lebih besar dibandingkan dengan roket-roket terdahulu. Starship dirancang untuk dapat membawa hingga 100 orang, serta kargo dan peralatan yang lebih banyak dibandingkan dengan roket-roket sebelumnya.

 

Bahan Bakar, Starship menggunakan bahan bakar methalox, yaitu campuran antara methana dan oksigen cair. Bahan bakar ini lebih ramah lingkungan dan lebih efisien dibandingkan dengan bahan bakar yang digunakan pada roket-roket sebelumnya.

 

Teknologi, Starship dilengkapi dengan teknologi canggih, seperti mesin Raptor yang lebih kuat dan efisien dibandingkan dengan mesin roket sebelumnya. Selain itu, Starship juga dilengkapi dengan sistem navigasi dan kontrol yang lebih canggih, sehingga dapat membawa manusia ke Mars dengan lebih aman dan efisien. 

Nah.. dengan perbedaan-perbedaan tersebut, Starship diharapkan dapat membuka era baru dalam eksplorasi antariksa dan membuka peluang baru dalam menjelajahi dan menetap di planet lain di tata surya kita.

 

Kendala Besar dalam Pengembang Starship

Pengembangan Starship oleh SpaceX merupakan sebuah proyek yang sangat ambisius dan kompleks, sehingga ada beberapa kendala dan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dalam mengembangkan teknologi roket tersebut. Berikut adalah beberapa kendala terbesar dalam pengembangan Starship:

Teknologi nan Kompleks, Starship memiliki teknologi yang sangat kompleks dan canggih, termasuk pengembangan mesin roket Raptor yang baru dan sistem pendaratan yang inovatif. Hal ini membutuhkan investasi waktu, tenaga dan sumber daya besar untuk mengembangkan teknologi yang tepat dan efisien.

 

Kendala Finansial, Pengembangan Starship juga membutuhkan biaya yang sangat besar. SpaceX harus menanggung biaya untuk membangun fasilitas produksi, memperkerjakan staf, dan mengembangkan teknologi baru.

Dalam beberapa kesempatan, SpaceX pernah mengalami kendala keuangan dalam pengembangan Starship, namun perusahaan terus mencari pendanaan tambahan untuk melanjutkan proyek ini.

 

Regulasi Pemerintah, Pemerintah memainkan peran penting dalam mengatur keamanan dan keselamatan penerbangan antariksa. Sebagai perusahaan swasta, SpaceX harus mematuhi regulasi dan standar keamanan yang ketat sebelum dapat melakukan penerbangan manusia dengan Starship.

 

Tantangan Teknis, Pada pengembangan tantangan utama adalah bagaimana membuat Starship cukup kuat untuk bertahan selama perjalanan ke Mars dan kembali, serta memiliki sistem pendaratan yang aman dan efektif.

 

SpaceX juga harus memperhatikan lingkungan ekstrem di ruang angkasa dan menyesuaikan desain Starship agar mampu bertahan dalam kondisi tersebut.

Secara keseluruhan, pengembangan Starship merupakan proyek yang sangat ambisius dan kompleks yang membutuhkan waktu, tenaga, dan sumber daya yang besar untuk menyelesaikannya.

 

Proyek ke Mars melibatkan banyak pihak, baik swasta maupun pemerintah. Beberapa perusahaan swasta seperti SpaceX, Blue Origin, dan Virgin Galactic telah menginvestasikan sumber daya dan energi yang besar dalam pengembangan teknologi dan wahana antariksa untuk mencapai dan menetap di Mars.

 

Di sisi lain, banyak negara di seluruh dunia terlibat dalam proyek misi ke Mars dan melakukan investasi besar dalam sains dan teknologi antariksa. NASA, badan antariksa pemerintah Amerika Serikat, telah menjadi pemimpin dalam upaya untuk mempelajari planet Mars.

 Baca Juga: Kembali ke Bulan Bersama Proyek Artemis

Termasuk di dalamnya program Mars Exploration Rover dan program Mars Science Laboratory. NASA juga sedang mengembangkan. Serta Space Launch System untuk meluncurkan wahana antariksa ke Mars.

Selain itu, beberapa negara lain, seperti Rusia, Eropa, dan Tiongkok, juga telah meluncurkan misi ke Mars dan melakukan eksplorasi di planet merah tersebut. Secara keseluruhan, proyek ke Mars melibatkan kolaborasi dan dukungan dari banyak pihak, baik swasta maupun pemerintah, di seluruh dunia.

 

Tahapan Starship bisa Menjalankan Misi ke Mars

Sebagai wahana luar angkasa, butuh persiapakan yang sangat terencana hingga bisa sampai ke Mars. Berikut adalah tahapan-tahapan yang umumnya diperlukan untuk sebuah roket bisa berangkat ke Mars:

 

Tahap 1: Peluncuran dari Bumi. Roket diluncurkan dari Bumi ke orbit, menggunakan mesin roket utama dan booster. Peluncuran roket harus diatur dengan tepat agar bisa mencapai orbit yang tepat yang diperlukan untuk meluncur ke Mars. 

Tahap 2: Mencapai orbit transfer, Setelah mencapai orbit, roket harus melakukan manuver untuk mencapai "orbit transfer" yang cocok untuk perjalanan ke Mars. Orbit transfer ini harus ditempuh dengan tepat untuk menghemat bahan bakar dan memastikan bahwa roket bisa mencapai orbit Mars.

 

Tahap 3: Perjalanan ke Mars, Setelah mencapai orbit transfer, roket melakukan perjalanan ke Mars. Perjalanan ini dapat memakan waktu antara 6 hingga 9 bulan tergantung pada posisi Bumi dan Mars pada saat itu. Selama perjalanan ini, roket harus mampu menghasilkan energi yang cukup dan menjaga ketersediaan oksigen dan persediaan makanan bagi kru.

 

Tahap 4: Pendaratan di Mars: Setelah mencapai Mars, roket harus melakukan manuver pendaratan yang tepat dan aman. Saat ini, teknologi pendaratan terbaru seperti Sky Crane milik NASA dan teknologi pendaratan retropropulsi milik SpaceX telah terbukti dapat berhasil mendaratkan wahana dengan aman di permukaan Mars.

Setelah mendarat di Mars, wahana harus siap untuk melakukan eksplorasi permukaan, melakukan pengukuran dan pengambilan sampel, dan melaksanakan berbagai tugas ilmiah dan teknologi.

 

Secara keseluruhan, perjalanan ke Mars adalah sebuah usaha yang sangat kompleks dan membutuhkan teknologi yang sangat canggih. Namun, dengan pengembangan teknologi dan peningkatan dalam riset dan pengembangan, kemungkinan besar manusia akan bisa mencapai Mars dalam waktu yang relatif singkat.


Pembuatan Prototipe, Wujud Nyata dalam Menuju Wahana Sebenarnya

Proses pembuatan prototipe Starship dilakukan dalam beberapa tahap yang berbeda dan memerlukan waktu yang cukup lama.  Sebagai gambaran, pada proses pembuatan Starship SN1 waktu yang dibutuhkan untuk membuat prototipe ini sekitar 2-3 bulan.

 

Selain itu, sebuah prototipe Starship meledak saat peluncuran atau pengujian, maka biasanya tidak dapat digunakan kembali. SpaceX telah merancang prototipe Starship agar dapat diproduksi secara cepat dan dengan biaya yang lebih rendah daripada roket tradisional.

Namun, dalam beberapa kasus, SpaceX telah dapat mengambil pelajaran dari kegagalan dan kecelakaan, dan menggunakannya untuk meningkatkan desain prototipe. Sebagai contoh, setelah prototipe Starship SN8 mengalami kegagalan selama pendaratan pada Desember 2020.

 

Meskipun prototipe yang meledak tidak dapat digunakan kembali, pengujian dan pengembangan prototipe tersebut merupakan bagian penting dari proses pembuatan wahana antariksa yang aman. Kegagalan memberikan kesempatan membangun Starship yang lebih baik dan lebih andal di masa depan.

 

Data Penting Hasil Uji Coba Prototipe

Pada proses pengembangan, jelas ada puluhan atau bahkan ratusan uji coba yang menghasilkan uang miliaran dolar. Para ilmuwan dan insinyur mencari berbagai data penting yang nantinya akan jadi modal berharga dalam pembuatan roket Starship di tahap akhir.

Berikut sejumlah data yang diambil dalam proses pengujian prototipe Starship adalah sebagai berikut:

Tekanan dan Suhu, Tekanan dan suhu diukur selama pengujian prototipe Starship untuk memastikan bahwa sistem pendingin bekerja dengan baik dan wahana dapat bertahan dalam lingkungan yang ekstrem.

 

Flight Dynamics, Data ini diambil selama pengujian penerbangan roket apakah berhasil ataukah gagal. Data ini membantu insinyur dalam mengembangkan sistem kendali yang efektif dan membantu mengoptimalkan performa Starship dalam penerbangan.

Performa Mesin Roket, Data ini diambil selama pengujian untuk memastikan bahwa mesin dapat beroperasi dengan baik dalam kondisi lingkungan yang ekstrem dan memberikan daya dorong yang cukup untuk mengangkat Starship ke orbit dan melintasi jarak yang jauh.

 

Struktur dan Material, Data ini diambil untuk memastikan kekuatan dan keamanan dari struktur ini. Data ini juga membantu dalam mengembangkan material yang lebih baik dan lebih efektif untuk digunakan pada versi Starship yang lebih besar dan lebih canggih di masa depan.

Data-data yang diambil selama pengujian prototipe Starship digunakan untuk membantu SpaceX dalam mengembangkan dan meningkatkan teknologi wahana antariksa yang lebih canggih dan efektif.

 

Roket Pesaing Starship dalam Menjelajah Mars

Selain Starship milik SpaceX, terdapat beberapa roket lainnya yang sedang atau pernah dibuat untuk proyek ke Mars. Apalagi SpaceX jelas tak sanggup melakukannya sendiri, ada banyak pihak yang terlibat. Mengingat misi ke Mars bukti kemajuan dunia Antariksa dunia.

 

Salah satu kemitraan penting yang dijalin oleh SpaceX adalah dengan NASA, yang telah memberikan kontrak kepada SpaceX untuk mengembangkan sistem transportasi manusia ke ISS dan untuk mengirim misi ke bulan dan Mars.

NASA juga memberikan dukungan dan sumber daya untuk mengembangkan teknologi Starship dan memberikan bantuan teknis dan keamanan dalam pengembangan sistem penerbangan manusia.

 

Selain itu, SpaceX juga bekerja dengan organisasi dan institusi lain seperti University of Texas, Mars Society, dan Arizona State University untuk mengembangkan teknologi dan konsep eksplorasi antariksa yang baru.

 

Pada akhirnya, SpaceX harus memastikan bahwa Starship memenuhi standar keamanan dan keselamatan yang ditetapkan oleh badan regulasi penerbangan antariksa seperti NASA dan Federal Aviation Administration (FAA) sebelum diproduksi secara massal.

 

Proses pengujian dan sertifikasi akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan, dan SpaceX akan terus melakukan uji coba dan memperbaiki desain Starship untuk memastikan keselamatan dan keandalan dari roket ini.

 

Kembali ke topik, nah, berikut beberapa di antaranya yang punya proyek yang sama seperti SpaceX di antaranya:

 

Space Launch System (SLS), milik NASA: Roket ini sedang dikembangkan oleh NASA untuk meluncurkan wahana Artemis yang akan membawa manusia kembali ke Bulan dan kemungkinan ke Mars di masa depan. SLS dirancang untuk menjadi roket terbesar dan paling kuat yang pernah dibuat oleh manusia.

 

Delta IV Heavy, milik ULA, Roket ini telah digunakan oleh NASA untuk meluncurkan pesawat ruang angkasa Mars Rover, seperti Curiosity dan Perseverance, yang diluncurkan ke Mars pada 2012 dan 2020.

 

Falcon Heavy milik SpaceX, Roket ini telah diluncurkan dengan sukses beberapa kali oleh SpaceX, termasuk dalam misi ke Mars yang meluncurkan kendaraan antariksa Mars Insight ke planet merah pada tahun 2018.

 

New Glenn milik Blue Origin, Roket ini sedang dalam tahap pengembangan oleh perusahaan milik Jeff Bezos, Blue Origin, dan diharapkan dapat digunakan untuk misi ke Mars dan ke luar angkasa lainnya.

 

Vulcan milik ULA, Roket ini sedang dalam tahap pengembangan oleh United Launch Alliance (ULA) dan diharapkan dapat digunakan untuk meluncurkan wahana antariksa ke Mars di masa depan.

Meskipun Starship saat ini menjadi fokus utama SpaceX untuk misi ke Mars, tetapi di masa depan, kemungkinan akan ada banyak roket dan kendaraan antariksa lainnya yang akan digunakan oleh berbagai badan dan perusahaan untuk eksplorasi dan penelitian planet merah tersebut.

 

Itulah sejumlah persiapan, kendala hingga pesaing yang hadir dalam misi ke Mars. Kita juga mengharapkan proyek ini sukses, apalagi ambisi besar SpaceX, NASA hingga Elon Musk yang menginginkan koloni di Mars segera terbentuk.

 

Akhir kata, have a nice days dan akhir kata, semoga tulisan ini menginspirasi kita semua.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Part of EcoBlogger Squad

Part of EcoBlogger Squad